Mengapa Kita Terus Melangkah: Lebih dari Sekadar Destinasi
Banyak orang bertanya, “Mengapa kamu rela menghabiskan tabungan hanya untuk perjalanan beberapa hari?” Jawabannya sederhana: karena perjalanan adalah satu-satunya hal yang kita beli yang justru membuat kita lebih kaya.
Bepergian bukan sekadar tentang mencoret daftar keinginan (bucket list) atau mendapatkan foto estetik untuk media sosial. Perjalanan adalah tentang perspektif. Saat kita berdiri di puncak gunung yang berkabut atau menyesap kopi di gang sempit kota asing, kita menyadari betapa kecilnya masalah kita dan betapa luasnya dunia ini.
Keajaiban di Luar Zona Nyaman
Keajaiban sering kali terjadi justru saat rencana tidak berjalan mulus. Salah naik kereta, tersesat di pasar lokal, atau mencoba makanan yang namanya pun tak bisa kita eja—momen-momen inilah yang membentuk karakter kita. Di sana, kita belajar tentang resiliensi dan toleransi. Kita belajar bahwa meski bahasa dan budaya berbeda, senyuman memiliki arti yang sama di mana pun.
Tips Singkat untuk Perjalanan Berikutnya
Agar perjalanan Anda lebih bermakna, cobalah beberapa hal berikut:
- Bepergianlah dengan lambat (Slow Travel): Daripada mengunjungi lima kota dalam seminggu, menetaplah di satu tempat lebih lama. Rasakan denyut nadi kehidupan lokal.
- Lepaskan Gadget sejenak: Abadikan momen dengan mata kepala sendiri sebelum melalu lensa kamera.
- Bicara dengan penduduk lokal: Mereka adalah pemandu terbaik yang akan menunjukkan “harta karun” tersembunyi yang tidak ada di buku panduan.
Dunia adalah sebuah buku, dan mereka yang tidak bepergian hanya membaca satu halamannya saja. Jadi, kemas tas Anda, pesan tiket itu, dan biarkan diri Anda “tersesat” untuk menemukan jati diri yang baru.
Ke mana tujuan impian Anda tahun ini?
